Kaki kecilnya terus melangkah dengan cepat, dia menengok kanan kiri, menemukan dua lorong dengan arah yang berbeda, membuatnya kebingungan harus melewati lorong kanan atau kiri. Dia menggaruk tengkuknya, tentu saja dia tak mau tersesat di rumah sakit. Apalagi jika nantinya dia bertemu dengan ruang mayat yang sangat menakutkan. Astaga, itu adalah mimpi buruk untuk dirinya. "Kita lewat sini, Cinta," ucap wanita paruh baya yang ada di samping nya. Cinta menengok, dia menatap ke arah lorong bagian kanan yang baru saja ditunjuk oleh wanita paruh baya itu. Cinta menganggukkan kepalanya, dia mengikuti langkah wanita paruh baya itu, hingga akhirnya mereka berada tepat di depan sebuah pintu. Diketuknya pintu itu beberapa kali dan saat ini, Cinta berharap ada seseorang yang membuka pintuny

