Gio menyandarkan punggungnya. Dia menatap pada hamparan gedung-gedung tinggi yang ada di depannya. Kini, dia berada di kantornya. Pria itu tengah berada di lantai 30 dan sedang menikmati waktu sore harinya dengan secangkir kopi panas yang mengeluarkan asap mengepul. Pria itu merasa lebih nyaman saat dia melihat pemandangan yang seperti ini. Dia enggan pulang ke rumah dan justru berdebat dengan Enzy. Entah mengapa, akhir-akhir ini dia merasa hubungannya dengan Enzy terasa sangat hambar sekali. Tidak seperti dulu lagi, di mana Gio akan semangat pulang karena ingin melihat Enzy juga bayi kecilnya, Liza. Apakah pengaruh Putri sebesar ini? Perasaan yang Gio pikir sudah hilang untuk selama-lamanya, ternyata masih ada juga di dalam hatinya. Susah untuk Gio menahan perasaan ini. Apalagi, k

