55. Kehilangan (4)

2055 Kata

Andra : Kutatap punggungnya yang berlalu. Jelas kulihat tangannya beberapa kali terangkat mengusap wajah. Terlalu menyakitkan melihatnya menangis. Sesak, menusuk. Namun, lebih pedih lagi saat kudengar obrolannya dengan Dicky. "Katakan pada Andra, lupakan aku." "Dicky, katakan saja padanya, aku sudah melunasi janjiku. Kuharap ... hubungan kami selesai." "Semua jalan yang selalu menjadi teka-teki dalam kebersamaan kami dulu, kini sudah menemukan titik akhir." Ah, Siska. Sayangku .... Aku keluar dari mobil, setelah tubuh si pemilik hati ini sudah benar-benar menghilang. Melangkah lesu, menghampiri Dicky. Kubelai sandaran kursi bekas Siska duduk, lalu duduk di kursi lain di sampingnya. Membayangkan sosoknya masih berada di sini, bersamaku. Kusentuh sendok yang dia gunakan untuk makan, b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN