Andra : Kedua mataku fokus menatap foto keluarga yang terpampang di dinding ruangan kantor. Ukurannya cukup besar, hingga wajah-wajah itu pun sangat jelas raut dan detailnya. Foto lima setengah tahun lalu, saat peresmian perusahaan yang aku pimpin sekarang ini. Papi tersenyum bahagia, Mami juga. Hanya saja, untuk senyum yang terpancar dari wajah perempuan itu, aku tidak bisa menyimpulkan secara jelas. Entah senyum bahagia atau mungkin kamuflase semata. Kadang berpikir, mungkin itu akan menjadi foto keluargaku yang terakhir. Kapan kami akan berfoto lagi? Saat aku menikah? Jika benar itu terjadi, sebuah keajaiban bagi hidupku. Karena kenyataannya, sekarang keadaan kami sedang rumit. Papi sedang berusaha memperbaiki hubungannya dengan Oma di Belanda. Lalu Mami, seperti biasa. Mengh

