36. Manja Atau Malas?

2212 Kata

Andra : Aku membakar dress dan gaun mahal itu. Mami marah? Aku tak peduli. Yang aku tahu, Mami sudah menyulut api di hatiku. Sepanjang jalan aku terdiam, mataku terlalu fokus pada jalanan yang mulai gelap. Sedangkan otakku, benar-benar sudah tak bisa berpikir jernih. Bibir ini juga kadang-kadang mengumpat tak jelas, meluapkan emosi yang belum tuntas. "Andra," panggilan itu terdengar pelan dan lemah. Astaga! Karena semua masalah ini aku sampai melupakannya. Aku menepikan mobil. Mengacak rambut sendiri, lalu menelungkupkan wajah ke atas kemudi. "Andra ... udah beres marahnya?" lirih Siska. "Maaf, Sayang! Aku terlalu sibuk memikirkan amarahku, sampai mengabaikan kamu!" "Jangankan kamu, aku pun sama, Andra. Kamu pasti marah, aku pun lebih marah. Tapi, ada yang lebih penting dar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN