22. Malarindu

1692 Kata

Author : Hampir 1 jam Andra dan Siska mengobrol via video call, saling meluapkan kerinduan masing-masing. "Betah di rumah Dicky?" tanya Andra dengan tatap mata yang tak putus sedari tadi. Siska mengangguk, lalu tersenyum senang. "Betah. Ada Deren sama Darka." Andra menyunggingkan senyum, mengerti rasa apa yang dialami Siska. Andra pun sering mengalaminya, saat sedang bermain bersama mereka. Hanya saja, terlalu banyak rasa lain yang Andra hadapi. "Sayang," panggilnya. "Ya?" "Nanti, ya?" "Apa?" "Nanti ... kita pasti bisa punya ... makhluk kecil semanis mereka." Siska tersipu, menyembunyikan wajah dari layar ponsel. Andra tersenyum kembali memperhatikannya. "Bobo dulu, ya. Udah malem, besok ada meeting pagi." "Iya, met bobo." "Eh, Geri enggak gangguin kamu lagi, 'kan?" "Enggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN