32. Dinner

2779 Kata

Andra : Begitulah dia, malu kalau aku ajak ke sini. Tempat di mana para pria membentuk tubuhnya. "Cepetan, dong! Udah dua jam, nih?" Siska merengek manja di depanku. Aku hanya tersenyum, dan kembali melanjutkan aktivitasku. Siska memasang wajah cemberut. "Ini semua gara-gara kamu, Sayang!" ujarku di saat dia melangkahkan kakinya. Kulirik jam di ponsel, hampir jam sebelas siang. Pantas saja Siska kesal. Kami berangkat sehabis sarapan, dan sekarang sudah hampir jam makan siang. Kuhentikan semua gerakan, merasa sudah cukup untuk hari ini. Melayangkan pandangan, mencari sosok yang tadi menemaniku. "Ke mana? Apa dia marah?" Kuambil ponsel untuk meneleponnya. "Sayang, kamu di mana?" "Di depan, lagi jajan." Tiba-tiba terdengar suara asing tertawa, dan Siska ikut menimpalinya. "Sayang,

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN