Pemandangan sore itu didominasi oleh rentetan mobil yang berbaris untuk bergiliran jalan. Karena ada perbaikan jalan, ada beberapa titik kemacetan. Airin menghela napas. "Macet terus! Jakarta kapan sepinya, sih?" tanyanya sedikit kesal. "Kalo lebaran sepi, orang-orang pada mudik semua," jawab Ken sekenanya. "Lihat, ada perbaikan jalan, wajar dong kalo macet," katanya. Airin mengangguk. "Ah, jadi kamu mutusin buat buka hati buat Jessi?" tanya Airin. "Ya enggak juga, sih. Apa salahnya kan deket dulu," kata Ken. "Iya, sih. Tapi, jangan sampai kamu main-main sama anak itu. Dia masih sangat polos," ujar Airin serius. Ken menoleh dan mengangguk. "Enggak." Ken kembali melihat jalanan di depannya. Hampir tiga puluh lima menit, mereka terjebak di tempat yang sama. Akhirnya bisa lancar. Apal

