"Airin!" Ken berteriak. Padahal jaraknya tak terlalu jauh dengan perempuan itu. Airin menoleh, dia mengurungkan niat untuk kembali melangkah menuju pintu lobi utama perusahaan. "Apa?" tanyanya. Pagi ini dia terlalu bersemangat kembali bekerja. "Selamat!" Ken berhambur memeluk Airin. Tentu saja hal gila itu membuat Airin mendorong tubuh Ken kuat-kuat. "Kamu gila! Ini perusahaan! Kalau ada yang lihat gimana?" tanya Airin. Sayangnya memang sudah ada yang melihatnya. Security yang bertugas tengah tersenyum melihat pemandangan itu. "Selamat buat apa?" tanya Airin. "Kemarin abis dilamar Brian, kan?" tebak Ken. "Kenapa nggak ngundang aku?" tanyanya tak terima. "Memangnya aku yang ngadain acara? Bukan, tapi Brian," kata Airin tegas. Ken tersenyum jahil. Airin memandang Ken aneh. Dia menger

