Arga keluar dari apartemen Brian. Di dalam Desta langsung melihat reaksi Brian. "Mau terima tawaran dia?" tanya Desta penasaran. Brian menatap langit-langit. Dia menggelengkan kepalanya. "Yakin? Airin bergabung dalam tim produksi ini," kata Desta. Brian menatap Brian serius. "Dan aku harus lihat dia setiap hari?" tanya Brian. "Bukankah perasaan itu masih ada?" tanya Desta. Brian mengembuskan napas. "Apa gue boleh nunjukin perasaan gue di film itu? Apa boleh gue mengakui perasaan gue lagi ke dia, di film itu?" tanya Brian. Desta yang kini tak bisa menjawab. Dia menggelengkan kepala ragu. "Entahlah, gue nggak yakin," katanya. Sepulangnya dari apartemen Brian, ternyata Arga datang menemui Dava. Mereka membuat janji temu di sebuah restoran. Untungnya hari itu, Dava bersedia. Arga lebi

