"Tapi sepertinya, Arga tulus," kata Airin. "Kamu yakin?" tanya Ken. Airin mengangguk pasti. Ken melirik jam tangan. "Sepertinya, aku harus segera masuk," kata Ken. Airin mengangguk. Dia membiarkan Ken masuk lebih dulu, dan akhirnya dirinya yang memasuki gedung. Airin duduk di meja kerjanya. Dia tampak sudah fokus pada pekerjaan. Telepon berdering, segera Airin menjawabnya. "Iya, bagian personalia di sini," jawabnya sopan. "Ibu Airin, hari ini ada meeting jam sepuluh pagi, di ruang meeting enam," ujar si penelepon dengan jelas. "Oh, oke, oke," jawab Airin. "Jam sepuluh, ya?" lanjut Airin. "Iya betul," jawab orang di seberang lagi. "Oke, terima kasih," kata Airin sopan. Telepon terputus. Airin kembali melanjutkan pekerjaannya. Di ruangan Hot News, Henry membawa secangkir kopi. D

