Airin menatap Arga. Laki-laki itu terlihat kesal. "Bisa diam?" tanya Arga pada Viola. "Kenapa? Selamat, berkat bantuanku, kamu bisa dekat sama dia," ujar Viola lagi. "Apa berkat bantuan kamu?" tanya Airin memastikan. Viola mengangguk cepat. "Berkat aku," katanya menegaskan. "Jangan asal bicara! Jangan membuat salah paham," kata Arga ketus. "Ga, kalian saling kenal?" tanya Airin. Arga mengembuskan napas kasar. "Kita saudara sepupu," jawab Viola tegas. Airin terkejut. Lebih terkejut lagi, ketika Brian mendengarnya. "Apa?" tanya Brian tegas. Dia mendekat. Untung saja minuman yang dia bawa tak dia jatuhkan. "Kalian sepupuan?" tanya Brian memastikan lagi. Viola mengangguk polos. "Kenapa?" tanya dia. "Jadi, kalian sekongkol, buat hancurin hubungan aku sama Airin?" tanya Brian. "Yan

