Ken mengantar Airin hingga depan rumahnya. "Kalo butuh apa-apa telepon aja, kalo ada apa-apa juga telepon aja ya," kata Ken, berbicara sebelum Airin turun dari mobil. Airin menoleh dan mengangguk. "Thanks, ya." Airin mengulas senyum tipis. Dia lantas turun dari mobil Ken. Belum juga dia duduk. Seseorang mengetuk pintunya. Airin menoleh, dia mengerutkan kening bingung. "Siapa? Ken?" tanya Airin bingung. Dia lantas berjalan lagi menuju pintu utama. Membuka pintu seraya berkata, "Kenapa lagi, Ken?" tanya Airin. Namun, dia terkejut saat melihat kedatangan Brian. "Kamu? Ada apa?" tanyanya ragu. Brian tersenyum tipis. "Boleh masuk?" tanya Brian. Seperti terhipnotis, Airin mempersilakan masuk. Brian duduk di ruang tamu. Sedangkan Airin sibuk membuatkan minum. Namun, disela-sela dia me

