Episode 79

1415 Kata

Brian, Dava, dan Herald sang CEO agensi dari Brian tengah berdiskusi serius. "Cepat juga Airin buka suara," kata Herald. Dia seperti tengah memikirkan suatu cara. "Kita nggak boleh salah langkah. Kita berhadapan dengan putri dari investor kita sendiri. Jika dia sampai menarik invest-nya. Saham kita bakalan anjlok," kata Herald. "Terus kita harus bagaimana? Mengakui semua, jika berita yang dibuat Viola adalah benar? Lalu bagaimana dengan Airin, dia akan dikatakan sebagai pembohong besar," ujar Brian kesal. Herald mengembuskan napas. "Kita juga nggak mungkin mengabaikan ucapan Airin tadi siang. Karena sudah jelas, banyak saksi jika kalian saling kenal sejak dulu," kata Herald serius. "Tapi, bagaimana dengan Viola. Dia akan marah besar, otomatis Ayahnya nggak akan terima." Herald berpikira

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN