Airin menggelengkan kepala ragu. Arga merasakan jika Airin tak nyaman dengan apa yang diucapkan Brian. "Cut!" Arga berteriak. Membuat Airin mengembuskan napas lega. "Maaf," kata Brian. Rupanya dia mengerti letak salahnya. Lagi-lagi dia emosional jika masalah pribadinya. Arga mendekat. "Yan, please, ucapkan semua seperti skenario. Jangan emosional seperti itu," kata Arga. "Kamu mau, semua orang tahu kehidupan asli kamu?" Arga menggelengkan kepala. "Enggak, yang ada mereka ngetawain kamu, ngerti?" tanya Arga. Brian mengangguk mengerti. "Bisa lanjut?" tanya Arga. Brian mengangguk. Arga berbalik, tetapi saat dia akan melangkah, mengurungkan niatnya karena pertanyaan dari Brian. "Kapan aku bisa ketemu Kakakku?" tanya Brian. Arga menoleh lagi. "Nanti, sesuai script yang ada. Semuanya suda

