Brian berdiri di samping mobil. Dia terus menatap ke arah rumah Airin. "Sedang apa?" Suara Airin mengagetkan laki-laki itu. Dia segera menoleh. Melihat Airin dengan pakaian santai, dan membawa sebuah kantong plastik. "Kamu, abis dari mana?" tanya Brian ragu. "Aku abis ..." Untuk menutupi rasa gugupnya, Brian langsung mengomel. "Ini udah malam! Kenapa pergi-pergi? Lagipula kamu kan capek, harusnya istirahat," katanya sedikit membentak. "Jangan buat orang khawatir!" lanjutnya. "Aku cuma beli makanan di mini market depan," kata Airin. Brian langsung menarik Airin jatuh ke pelukannya. "Maaf," ujar Brian. Airin terkejut. "Maaf untuk apa?" tanya dia. "Maaf karena sudah melukai kamu," jawab Brian. "Aku menyesal, sangat terlambat mengetahui itu, maaf," ujarnya lagi. Airin masih mem

