Brian kembali hingga sore hari. Dia melihat Airin tertidur sendiri di sofa. Tersenyum melihat kekasihnya masih setia menunggu. Perhatiannya teralihkan ketika Desta keluar dari kamar mandi. "Udah pulang?" tanya Desta. Brian hanya mengangguk menjawabnya. Dia tak ingin membangunkan Airin. "Sstt," bisiknya. Sembari jari telunjuknya ditempelkan pada bibir. "Antar dia pulang, biar dia istirahat," perintah Desta. "Tapi dia lagi tidur," ujar Brian berbisik. "Tunggu sampai bangun kalau begitu," katanya. Dia kembali duduk di tahta kebesarannya. Sofa yang disediakan khusus untuk dia. Belum juga beberapa menit, Airin rupanya sudah terbangun. Dia terkejut dengan kedatangan Brian. "Maaf, aku sampai ketiduran," katanya malu. "Enggak apa-apa," jawab Brian. "Aku antar pulang sekarang?" tanya Bria

