Kesepakatan kita akan terus berjalan. Hanya saya yang bisa memutuskan kapan semua berakhir. Pesan yang masuk ke ponselku itu membuatku sadar kalau berbicara secara langsung mengenai keinginanku untuk menyudahi semua ini adalah cara yang tidak tepat. Mungkin Pak Mahesa juga bingung menyudahi hubungan kami kalau kami berpisah sementara aku masih bekerja di Wiradilaga. Sepertinya pindah dari Wiradilaga memang jalan tercepat yang bisa aku tempuh agar aku bisa memiliki hari yang tenang jauh dari rasa takut dan khawatir kalau kebohongan ini terbongkar. Alih-alih beristirahat, aku memilih merapihkan dokumen pribadiku agar aku bisa gunakan untuk melamar pekerjaan di perusahaan lain. Mungkin perusahaan lain tidak bisa memberiku penghasilan sama seperti dengan yang Wiradilaga berikan tapi setidak

