25. Syntax Error!

1150 Kata

"Fokus dengan yang kita jalani saat ini, Vanala." Ucapan terakhir Pak Mahesa sebelum meninggalkan kamarku masih terngiang-ngiang ditelingaku. Aku menatap pintu kamar yang sudah tertutup. Aku merasa skenario ini semakin salah dan semakin berbahaya untuk kujalani. Aku harus segera mengakhiri kesepakatan yang semakin aneh ini dan sialnya memikirkan apa yang harus kulakukan sukses membuatku terjaga. Aku hampir tidak tidur sama sekali hingga pagi menyapa, aku memilih keluar dari kamar menuju dapur untuk mengisi air minum namun suara Pak Mahesa dan Ibu Dara serta Omnya berhasil membuat langkahku terhenti. “Jangan kaku-kaku jadi pacar, Mas. Vanala bisa kabur cari cowok lain kalau Mas kaku begitu.” Suara Om Pak Mahesa terdengar jelas. “Aku sampe sujud syukur pas denger cerita Nena kalau Esa ud

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN