40. Realita

1090 Kata

Pak Mahesa dengan cepat keluar dari mobil membuatku mau tidak mau segera mengikuti pria itu. Pak Mahesa melangkahkan kakinya dengan pasti ke arah unit apartemen lalu masuk ke dalam apartemen dengan aku yang mengikuti langkahnya dengan alis berkerut pasalnya Pak Mahesa nampak aneh. Setelah masuk ke dalam apartemen pria itu mondar mandir sambil memegang dahinya dan aku hanya berdiri memandangi Pak Mahesa dengan alis yang terus bertaut. “Bapak ini kenapa?” “Kita cuma berdua, Cantik.” Nada kesal yang keluar dari mulut Pak Mahesa bagai peringatan yang langsung membuatku bersikap waspada. “M─mas kenapa?” aku mencoba mengulangi pertanyaanku lalu Pak Mahesa menatapku lekat seakan sedang berpikir keras sebelum pria itu menghela nafas panjang. Aku berdiri menatap pria yang nampak gelisah itu. “Du

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN