Ua Bang Lutfi curang!!" Jio menutup wajahnya menggunakan tangannya saat Lutfi mencipratkan air padanya
saat ini mereka berdua sedang bermain air di kamar mandi, Lutfi sudah memandikan adiknya begitupun dengan dirinya
saat ini adiknya sudah berumur 15 tahun ia sedih setelah mengetahui jika Jio mengalami hilang ingatan
tapi itu tidak masalah bagi lutfi malahan ia bersyukur karena adiknya tidak menjadi anak yang pendiam dan juga tatapan mata yang terlihat sayu dan hanya menatap lurus kedepan sekarang kepribadiannya berubah menjadi ceria seperti yang dia inginkan dulu.
"Sekarang giliran Jio!" Jio membalasnya mereka berdua terlihat sangat bersenang senang tapi itu tidak bertahan lama Lutfi menggendong Jio dan menyelimutinya dengan handuk berserta dirinya ia takut jika adiknya akan kedinginan karena terlalu lama berada di kamar mandi
"Bang Lutfi, Jio masi ingin main disini sebentar lagi aja ya selesainya" mohonnya
"Tidak, jika lama lama di kamar mandi Jio akan kedinginan dan itu tidak baik" tolaknya
Jio hanya menganggukan kepalanya, Lutfi melihat wajah jio yang lesu
"Lain kali kita akan bermain diluar bersama" menggosokan hidungnya dengan hidung Jio
"Benakah abang ga bohong kan??" Tanya Jio
Lutfi menggelengkan kepalanya dengan senyum terpampang di wajahnya
Jio memperlihatkan jari kelingkingnya Lutfi yang mengertipun ikut memperlihatkan jari kelingkingnya
Jio memegang jari kelingking Lutfi dengan jari kelingkingnya, senyuman mulai terlihat dari wajahnya
"Kalau abang bohong nanti bakalan ada buntut di p****t bang lutfi"
???
"Sudah selesai bermain bermainnya?" Tanya Mommynya dengan kedua tangan di pinggangnya "Olifia"
"Em.., Mommy" Jio merentakan kedua tangannya berharap Mommynya menggendongnya
Lutfi menyerahkan Jio pada mommynya, Jio yang sudah berada di gendongan mommynya pun mencium pipi mommynya lalu mengusap kedua pipi mommynya menggunakan kedua tangannya dengan lembut seperti yang ia lakukan terhadap ibunya saat ibunya ingin marah padanya dulu.
"Jio sayang mommy" senyum terlihat di wajahnya dengan giginya yang terlihat dan matanya yang menyipit
ia yang tadinya ingin memarahi kedua anaknya karena terlalu lama di kamar mandi pun ia urungkan karena Jio yang bersikap manja padanya saat ini
dirinya membalas ciuman jio di pipinya dan juga dahinya setelahnya mentap ke arah lutfi yang sedari tadi melihat interaksi mereka
"cepat kembali ke kamarmu dan pakailah baju nanti kamu akan kedinginan dan setelah selesai turunlah kebawah" suruhnya
"Baiklah" Sebelum Lutfi pergi keluar dari kamar Jio Lutfi terlebih dahulu mencium Jio di seluruh wajanya kecuali pipinya
Lutfi menciumnya cukup lama Jio yang tak tahan pun mendorong bibir lutfi pada wajahnya
"Bang Lutfi cepetan pergi ke kamar abang lalu ganti baju denger tuh kata mommy kalau lama lama disini nanti abang kedinginan" Ocehnya
Lutfi menunjukkan pipinya pada Jio, Jio yang mengertipun mencium Pipi abangnya
"Cup"
jio sedang berada diruang keluarga bersama dengan Abang kedua dan ketiganya
jio menonton televisi dilantai dengan karpet berbulu yang sedang ia duduki
jio yang terlalu fokus dengan film kartunnya menghiraukan Abang abangnya yang berusaha mengajaknya bermain dan mengobrol dengannya semua cara sudah Abang abangnya lakukan tapi jio tetap mengabaikan mereka
apa film kartun itu seseru itu? sampai sampai mereka berdua di abaikan oleh Baby Jio
"engh" lenguhan keluar dari mulut kecil Jio saat abang Ketiganya menduselkan kepalanya di leher Jio begitu juga Abang keduanya yang ikut menduselkan kepalanya mereka terlalu bosan melihat Jio yang terus saja menonton film kartun kapan film kartun ini akan berakhir? mereka juga ingin bermain bersama baby Jio