Mommynya menyelimuti Jio yang sudah tertidur.
saat anak anaknya dan suaminya masih memeluk Jio ia tidak sengaja melihat Jio yang sudah tertidur di pelukan mereka bertiga
"Lepaskan pelukan kalian!!"
"Daddy lah yang harus melepaskan!!"
"sebelumnya Daddy sudah bersama Jio cukup lama sekarang giliran kami!!"
"ka-"
"Sutt!!, berhenti bertengkar kalian akan membangunkan Jio!!" mendengar ucapannya mereka bertiga melirik ke arah Jio secara bersamaan terlihatlah Jio yang sudah tertidur di pelukan mereka bertiga wajahnya sangat imut dan tenang seakan ocehan yang mereka lakukan seperti dianggap cerita pengantar tidur.
Mommynya mendekat ke arah mereka dengan perlahan ia mengambil Cio ke dalam gendongannya ia menyuruh suaminya dan anak anaknya menyingkir dari tempat tidur yang juga langsung di turuti oleh mereka, Mommynya menidurkan Cio ke kasur dan menyelimutinya mengecup keningnya sebentar
Brak!!
Pintu di dobrak dengan kasarnya mereka yang berada di dalam sedikit kaget dengan tatapan dinginnya mereka ber empat menatap pintu kamar melihat laki laki remaja dengan seragam yang melekat di tubuhnya
orang yang sedang ditatap hanya menggidikan bahunya acuh matanya mulai fokus menatap adiknya yang sedang tertidur di kasurnya sepertinya ia telat datang kesini.
"Jio sudah tertidur jangan coba coba menganggunya"
seakan tuli ia mendekati Adik bungsunya dia naik ke kasur adiknya membaringkan dirinya di kasurnya
"Apa yang kau lak-"
"Aku ingin tidur bersama adikku apa itu masalah?, Jika tidak ada urusan lain lebih baik kalian keluar dari pada menjadi pengganggu" ucapnya enteng sambil memeluk Jio perlahan takut jika adiknya akan terbangun
"kenapa kau datang kesini bukannya sekarang sekarang kau seharusnya masih berada di kelas?"
"Jio" singkatnya
Dia mengerti apa yang dikatakan adiknya.
"Kalau begitu ak-"
Mommynya memegang pundak anak keduanya ia mengganggukan kepalanya dan mengatakan "Biarkan mereka berdua" lagi lagi ia harus mengalah tadi daddynya sekarang adiknya.
~???~
Melihat ke pergian mereka Tangan laki laki tersebut memegang tangan Jio, dirinya masih merasakan tepisan yang di lakukan tangan mungil adiknya pada dirinya.
ia terkekeh sebentar menggenggam tangannya tangan satunya lagi mengusap kepala Jio ia mengecup sebentar, sebelum datang kesini ia berada di kantin bersama sahabat sahabatnya entah kenapa ia tidak bisa makan.
makanannya masih penuh ia tak menyentuhnya sama sekali pikirannya terus memikirkan bagaimana keadaan Jio tangannya mengambil handphone yang berada di sakunya berniat menelepon mommynya setelah diangkat ia menanyakan keadaan Jio.
mendengar jika Jio sudah sadar ia langsung saja berdiri dari bangkunya mematikan panggilannya secara sepihak sahabat sahabatnya dan juga para murid mulai menatapnya bingung, dirinya langsung pergi meninggalkan kantin mengabaikan pertanyaan pertanyaan yang di lontarkan sahabatnya.
Di perjalan ia memberhentikan mobilnya di toko boneka, ia ingin membawa hadiah untuk adiknya dirinya membeli boneka pikachu selesai membeli ia melanjutkan perjalannya menuju manshion tapi setelah sampai manshion dan memasuki kamarnya dirinya melihat Jio yang sudah tertidur sepertinya dirinya terlambat datang.
bonekanya ia taruh di pelukan adiknya, dirinya mulai memeluk jio kembali menutup kedua matanya berniat menyusul Jio ke alam mimpi
~ ???~
Jio merasa gelisah badannya terus saja menggeliat hendak mencari kenyaman tangannya turun ke bawah berniat masuk ke baju, bajunya ia angkat terlihatlah d**a bidang dengan perut kotak kotak tangannya mengelus perutnya kepalanya ia duselkan ke dadanya. Ia mengira jika yang ada di hadapannya adalah tembok temboknya begitu empuk sedikit kasar, dan juga keras.
"Shh.." desirnya orang yang sedang di elus terbangun dari tidurnya ia merasa geli matanya terbuka perlahan, lirikannya mulai menatap ke arah adiknya
Terlihatlah adiknya yang seperti sudah menemukan titik kenyamanannya dengan bajunya yang sedikit ke angkat memperlihatkan dadanya dan juga ia melihat tangan mungilnya hendak mencari sesuatu dan bibirnya yang seperti ingin mengemut sebuah permen
Tangannya tanpa sadar menempelkan satu jarinya ke mulut jio dan benar saja jarinya di emut oleh mulut kecil adiknya sepertinya ia harus membelikan pacifier untuk adiknya
Jarinya ia keluarkan dari mulut adiknya setelah keluar langsung saja ia mengambil handphonenya yang berada di meja menelepon salah satu bodyguardnya
"Belikan pacifier dan peralatan bayi untuk adikku" selesai mengatakannya ia menutup teleponnya menyimpannya kembali.
ia melirik ke arah Jio dirinya langsung saja memeluk tubuh mungil adiknya dan sesekali mengusap rambut indah adiknya perlahan dirinya juga mulai tertidur kembali.