Randi kembali ke kamar Rasaya dan melihat perempuan itu masih terlelap dalam tidurnya. Randi lega ketika ia membuka matanya tadi pagi, ia tak melihat wajah ketakutan Rasaya lagi. Cukup sekali perempuan itu membuatnya takut setengah mati. Randi membuka jendela kamar sehingga cahaya matahari yang malu-malu masuk ke kamar Rasaya. Laki-laki itu mengeluarkan makanan yang sudah ia beli dan menatanya di meja. Menunggu Rasaya membuka matanya. Randi memilih duduk di sofa depan ranjang Rasaya, mengamati wajah perempuan itu, hingga kelopak mata Rasaya bergoyang ringan, dan membuka matanya. "Kau sudah bangun?" tanya Randi dengan suara rendah sambil mendekati ranjang Rasaya. Rasaya membuka matanya tanpa mengatakan apapun. Setelah beberapa detik, perempuan itu melihat sekelilingnya dengan mata terbuk

