Randi membaringkan Rasaya di kamar perempuan itu. Rasaya masih membuka mata, dengan tatapan kosong perempuan itu tidak melepaskan tangan Randi. Randi begitu terluka melihat Rasaya seperti sekarang. Tampak tidak ada kehidupan di matanya. Randi melepaskan tangannya dari Rasaya ketika ia mendengar ponselnya berdering, tapi perempuan itu semakin mengeratkan genggamannya. "Jangan pergi..." ucap perempuan itu lemah. Randi merapikan anak rambut Rasaya, "Aku tidak akan pergi. Kau baik-baik saja sekarang. Jangan takut lagi, Ra. Tidak akan ada yang melukaimu sekarang." Rasaya kembali diam, membuat Randi semakin sedih. Laki-laki itu mengangkat telepon dari Yuval. Saat meninggalkan bar tadi, Randi menyuruh Yuval untuk mengurusi dua orang berengsek yang berani menyentuh Rasaya. Randi ingin kembali

