"Kau benar-benar pengantin yang menyedihkan. Bagaimana bisa tidak ada yang temanmu yang datang, Rasaya?" tanya Rubi. Rubi menarik kursi kecil lalu duduk di depan Rasaya. Mereka berada di ruang ganti di sebuah hotel tempat pesta pernikahan Rasaya berlangsung. Tiga minggu lalu, Randi dengan wajah memohon meminta Rasaya agar pernikahan mereka dilangsungkan di gereja. Tapi Rasaya tidak mengabulkannya. Bagaimana bisa ia bisa mengucapkan janji pernikahan yang sudah pasti ia langgar di tempat suci itu? "Kau bukan temanku?" Rubi merapikan bagian bawah gaun Rasaya yang terlipat. "Lupakan itu. Lalu siapa yang akan menangkap buketmu nanti? Aku tidak akan melakukannya karena aku tidak memiliki rencana menikah untuk waktu dekat ini," ucapnya kemudian. "Kalau begitu, aku tidak akan melempar buket i

