Randi menahan pintu kamar Rasaya dengan kedua tangannya, "Sebentar. Apa yang kau katakan tadi?" Dengan alis menantang, Rasaya membalas pertanyaan Randi, "Apa yang kau maksud?" "Katakan sekali lagi apa yang kau katakan di depan bar tadi." Rasaya mendorong pintunya agar tertutup, tetapi tenaga Randi jauh lebih besar. Randi berhasil masuk ke kamar Rasaya dan membuat perempuan itu melotot tajam padanya. Rasaya menyilangkan tangannya di bawah dadanya. Hari ini sangat melelahkan baginya, tapi laki-laki di depannya itu terus mengganggunya. Randi berdiri bersandar pada pintu di belakangnya. Mereka saling menatap tanpa berkata untuk beberapa detik sebelum Rasaya mendorong d**a Randi dengan kuat hingga membentur pintu. "Keluar! Keluar dari kamarku, Randi!" teriak Rasaya membabi buta. "Aku tidak

