Rasaya mendesah pelan, ini bukan pernikahan yang ia inginkan, tapi ia harus bekerja keras selama tiga minggu ini untuk menyiapkan segalanya. Maminya tidak membiarkan Rasaya istirahat barang sebentar pun. Rasaya yakin Maminya sudah menyewa wedding organizer termahal di negara ini, tapi Maminya tetap menyertakan Rasaya dalam setiap keputusan yang ia ambil. Padahal Rasaya sepenuhnya tidak peduli. Seperti sekarang, saat orang-orang terlihat bahagia dengan berbagai minuman mahal di depannya, Rasaya rasanya ingin menghilang sekejap saja. Memikirkan bahwa besok dirinya akan menikah, meskipun bukan pernikahan yang sebenarnya, tapi tetap saja, Rasaya merasa tidak tenang. "Bersantailah sedikit, Ra. Kau terlihat sangat khawatir. Kau tidak akan melarikan diri dari pernikahanmu besok kan?" Semua or

