"Tidak ada yang tak layak bahagia di dunia ini, Randi..." Suara itu seperti membelah kepala Randi. Perlahan laki-laki itu merasakan semilir angin meniup rambutnya. Hamparan rumput yang hijau terbentang di depannya. Seorang wanita paruh baya dengan rambut panjang mendekatinya dari kejauhan. Wajahnya tak asing bagi Randi. Wajah itu tertanam dalam kepala Randi sejak lama. Banyak perasaan yang membayanginya, tapi kesedihan yang paling menyita dirinya. Randi benci wanita itu, karena meninggalkannya seorang diri tanpa memiliki apapun. Randi benci wanita itu karena membuat masa kecilnya menyedihkan. Randi benci wanita itu. Tapi Randi lebih benci kepada dirinya sendiri karena membenci wanita itu. Wajah pucat dan tubuh kurusnya masih melekat di ingatan Randi. Tubuh tanpa daya yang membuat Randi

