"Kau curang!" kata Rasaya sambil mengangkat wajah Randi menghadapnya. Randi menatap Rasaya bingung, "Apa maksudmu?" Rasaya tersenyum kecil lalu menghapus air mata Randi dengan jemarinya. Perempuan itu mengecup singkat bibir Randi lalu menatap Randi dengan lembut, "Jika kau menangis seperti ini, bagaimana bisa aku pergi meninggalkanmu?" "Rasaya -" "Aku belum memaafkanmu. Aku masih tidak terima dengan kebohonganmu itu, Randi." "Aku mencintaimu," ucap Randi dengan wajah penuh kebahagiaan. "Apa kau tak dengar? Aku belum memaafkanmu -" "Aku mencintaimu," ucap Randi lagi. Kali ini Rasaya tak bisa menahan senyumnya, "Kau, benar-benar! Aku belum memaafkanmu, jadi jangan berani menggodaku-" Randi tak juga berhenti dan terus berkata, "Aku mencintaimu." "Berhentilah mengatakan kalimat itu,

