Rasaya terbangun tiba-tiba. Meringis kecil merasakan tubuhnya yang sakit karena kelelahan. Perempuan itu memperhatikan kamar asing yang ia tempati dengan hati-hati. Kamar itu cukup luas, tapi tak banyak barang di sana. Seperti tidak pernah ditempati sebelumnya. Hanya ada satu lemari besar dan meja tidur di samping ranjang. Rasaya melihat kopernya berdiri di depan pintu. Perempuan itu memegang kepalanya yang nyeri dan mulai mengingat apa yang terjadi. Pertemuannya dengan Ethan, sesi curhatnya di bar, dan kebenaran tentang hubungan Randi dan Aleene. Rasaya mengingat semuanya. Kebohongan yang membuat dadanya sakit saat mengingatnya. Dengan kasar, Rasaya turun dari ranjang dan mengambil pakaian gantinya. Perempuan itu masuk ke kamar mandi. Rasaya mandi dengan cepat lalu keluar. Melirik jam d

