"Kau tak apa-apa? Masuk ke bar ini lagi?" Ethan membukakan pintu mobil untuk Rasaya. Perempuan itu keluar dan menatap bangunan megah yang memberikan ingatan buruk untuknya. Ethan membantu Rasaya mengambil kopernya dari bagasi mobil. "Tidak apa-apa. Lagian aku sudah melupakannya. Minum beberapa gelas bir sepertinya menyenangkan," kata Rasaya sambil berjalan tanpa ragu masuk ke bar yang sudah ramai. Malam belum begitu pekat, tapi bar itu sudah dipenuhi banyak orang. Rasaya melihat dua kursi kosong di pojok dan duduk di sana. Rasaya melirik Ethan sedang berbicara pada salah satu bartender lalu menghampirinya dan duduk di samping Rasaya. Bertender itu memberikan beberapa botol minuman pada Ethan. "Ini bir terbaik di sini. Aku yakin kau akan menyukainya," kata Ethan dengan percaya diri. Ra

