EPILOG

1888 Kata

"Akan kulepas jika kau berjanji padaku, Rasaya." Rasaya mendesah pelan, memutuskan menuruti permintaan Keenan daripada menjadi pusat perhatian karena Keenan memeluknya di tengah gerbang sekolah. Di saat anak-anak pulang dan melewati mereka seolah tontonan gratis yang menarik. "Baiklah. Besok minggu aku ikut. Bisakah kau melepasku?" kata Rasaya dengan kesal. Keenan, teman sekelasnya sejak menjadi siswa baru itu melepas pelukannya dan menatap Rasaya dengan berbinar-binar. "Benarkah? Kau tidak akan berbohong, bukan? Kemarin kau sengaja ke rumah kakekmu di Bali agar tak pergi bersamaku. Kalau kau melakukan itu, aku akan langsung menyusulmu ke Bali, Rasaya," kata laki-laki tinggi itu dengan nada merajuk. "Aku berjanji tidak akan pergi. Kau puas?" Rasaya tersenyum kecil ketika melihat mobil

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN