“Gelap ya.” “Namanya juga nggak ada orang yang lewat ke sini.” Matahari belum begitu tenggelam, tapi jalanan menuju villa gelap karena pohon-pohon rimbun yang menutupi bak kanopi. Mungkin jika saja banyak orang yang lewat-lewat kemari, pohon-pohon ini akan dibabat, atau setidaknya dirapihkan supaya mentari bisa lebih banyak menembus tanah-tanah setapak ini. Pun seandainya suasana tidak semenegangkan ini, kemungkinan besar, Deny tak akan merasa bahwa jalannya agak menakutkan. Deny tidak terbiasa takut, tapi memang perjalanan menuju villa agak membuat berdebar. Ini bukan debaran jatuh cinta seperti yang ia rasakan pada Fira, lebih pada debaran menyakitkan yang membuatnya tak merasa nyaman. Dalam kepalanya, banyak pertanyaan-pertanyaan seperti: apakah mereka sudah dekat? Bagaimana kalau sa

