Pikiran Sena

1185 Kata

Selamat membaca~ - Didalam sebuah pondokan atau rumah kosong, sudah ada Cakra dan beberapa temannya yang sudah menuggu datangnya kartu AS geng mereka. Adnan menghentikan mobilnya dihalaman kosong rumah itu. Mereka pun masuk bersama kedalamnya.             Terdengar suara tepuk tangan sebagai reaksi penyambutan Galen dan kawan-kawan. Cakra berdiri dan tersenyum kearah Galen, ia pun memeluk tubuh saudaranya itu. Saudara didalam sebuah perkumpulan. “Yang jadi Ketua Himpunan, sekarang sibuk banget.” Ucap Cakra menyinggung kesibukan Galen.             Galen hanya diam dan berlalu menuju meja billiard yang tak jauh dari teman-temannya duduk. Ia pun memainkan itu bersama Jhonny yang mengikuti arah langkahnya. “Apa kabar lo?” tanya Cakra dengan menatap Galen. “Baik.” Balas Galen dingin. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN