Selamat membaca~ - “Galen!” panggil Sena dengan sedikit berteriak. Sena berlari mendekati Galen setelah orang yang dipanggilnya menoleh kearahnya. Galen berdiri saat mengetahui adanya Sena disana. Ditengah gelapnya malam, deruan angin, dan danau yang tenang. Sena mampu melihat wajah lusuh Galen. Ada perasaan bersalah didalam hatinya, namun tidak bisa ia utarakan. “Kamu sama siapa kesini?” “Tahu gak? Semua orang khawatir nyariin kamu.” Ucap Sena dengan tegas tanpa adanya niat untuk membalas pertanyaan Galen. “Termasuk kamu?” “Punya ponsel itu di pakai. Kalau memang gak mau pulang itu ya kasih kabar!” balas Sena menghiraukan pertanyaan yang Galen ajukan untuknya beberapa kali. “Kalau kamu gimana? Khawatir juga?” tanya Galen dengan menatap Sena. Sena dengan ce

