Selamat membaca~ - Galen melangkah kan kakinya tanpa minat untuk masuk kedalam rumah. Disana sudah ada Leta, Ayana dan Adira yang menunggu kepulangannya, sedangkan Ratu sudah pulang sejak pukul sepuluh malam. Ayana menghampiri putranya, ia memeluk erat anaknya yang selalu tidak bisa ia tebak. Badannya dingin, pikirannya hilang, bahkan tatapannya pun ikut kosong sehabis pertengkarannya dengan Sena tadi malam. Ayana, Adira, Leta, dan Ratu mendengar semua percakapan antara Galen dan Sena. Galen dengan sengaja tidak mematikan teleponnya dengan Ayana, karena ia ingin Adira mendengarkan pertengkarannya dengan gadis yang disayanginya. “Bunda disini nak, sama kamu.” Lirih Ayana seraya menepuk punggung Galen pelan. Adira menghampiri Galen. Emosinya tersulut setelah di

