Jovan mengambil dua gelas tinggi berisi jus jeruk dari tangan gadis bergaun biru itu sambil tersenyum. Gadis itu kelihatan agak keberatan ketika Jovan mencoba mengambil gelas di tanggannya. Ia tersenyum dengan tatapan menerawang menatap Jovan kemudian tersenyum malu-malu ketika Jovan mengucapkan terimakasih. “Siapa?” tanya teman sang gadis—gadis lain bergaun kuning, sambil menatap Jovan. “Ganteng sekali.” “Luar biasa ganteng. Sepertinya dosen atau mahasiswa paska sarjana,” jawab sang gadis bergaun biru dengan tatapan merindu. “Aku belum pernah melihat laki-laki seganteng itu.” “Dia bersama pacarnya,” senggol gadis bergaun kuning. “Lihat! Dia memberikan jus jeruknya untuk gadis yang sedang duduk di bawah payung itu.” “Huh? Mungkin gadis itu adiknya. Dia kelihatan masih kecil.” Jovan me

