Aku bertaruh dengan seluruh hidupku Paula yang melakukan semua ini. Kata-kata itu membuat Lyana membeku di tempat. Kakinya kaku, hampir tak bisa digerakkan sama sekali. Bibirnya terbuka tanpa suara. Paula. Mungkinkah? Setelah beberapa detik berlalu dalam hening, Lyana berhasil memgembalikan lagi kesadarannya. Dia melangkah mendekat ke arah Foster, menatap lelaki itu penuh rasa penasaran. "Paula? Kau mengatakan Paula?" Suara Lyana tak yakin. "Sudah kukatakan dia bukan wanita baik!" Foster berkata datar, tetapi matanya menunjukkan banyak rahasia yang tersembunyi. Kehidupan itu unik. Ada sekelompok orang yang baik, tetapi tak terlihat. Ada sekelompok orang dengan pikiran dan hati licik, tetapi tetap dianggap malaikat. "Bukan wanita baik? Bisakah kau menjelaskan semua ini?" Ke

