Lyana memasuki restoran Itali dibimbing Steve. Malam ini dia menggunakan long drees hitam berpotongan sederhana berbahan sutra. Tetapi kesederhanaan tak pernah menjadi kesederhanaan bagi Lyana. Apa pun yang ia kenakan, semuanya seolah berhasil menarik aura kecantikannya secara otomatis. Steve meneguk saliva, selalu kesulitan mengontrol dirinya setiap kali berada di dekat Lyana. Terkadang Steve tak mengerti dengan dirinya sendiri. Kenapa reaksi yang ia miliki pada Lyana seperti reaksi membabi buta yang sulit untuk ia kendalikan. Seolah-olah wanita itu sengaja diciptakan oleh Tuhan untuk menghancurkan kontrol dirinya yang sempurna. Mungkinkah di masa lalu Steve tak sengaja menyinggung Tuhan? Sehingga ia menciptakan Lyana sebagai titik lemah dirinya. Steve membimbing Lyana ke ruangan VIP

