Setelah sepuluh hari di villa, Steve mengajak Lyana untuk kembali ke kediamannya. Kediaman Steve tak jauh dari Celline. Hanya butuh lima belas menit saja dengan bermobil. Lyana menatap rumah besar ini dengan senyum lega. Akhirnya dia bisa melihat Jacob kembali. Meskipun momen di villa sangat menyenangkan-Lyana masih tersipu setiap kali ia teringat hal ini-tetapi, tak dipungkiri ia mulai merindukan putranya. Setelah mobil mereka tiba di halaman luas, Steve turun mengitari mobil, membukakan pintu untuk Lyana. "Turunlah! Jacob pasti sudah merindukanmu!" Bibir Steve tertarik kecil, kedua matanya mengamati ekspresi wajah istrinya yang tampak malu. Pipi wanita itu merona, menjalar hingga ke pangkal lehernya. Senyum Steve kian melebar. Dia telah memiliki Lyama berkali-kali, tetapi wanita in

