Lima bulan kemudian. Hidup Lyana berjalan dengan baik. Lebih dari baik, bahkan. Dia telah memutuskan untuk menerima Jeffrico, suatu keputusan yang ternyata sudah diprediksi oleh semua orang. Hati Lyana terlalu sensitif. Terutama pada orang-orang yang dekat dengannya. Sebagai seorang putri yang lama tak mengenal sosok seorang ayah, hatinya merasakan kerinduan. Haus akan kasih sayang. Terlambat memang, tetapi itu lebih baik dari pada tidak sama sekali. Inilah sikap yang Lyana ambil. Erica telah membuat kesalahan dengan menjauhkan Jeffrico dari hidup mereka, hanya demi keegoisannya sendiri. Kini, Lyana tak ingin melakukan kesalahn yang sama. Dia tidak ingin mundur dari Jeffrico hanya demi melindungi ketakutannya sendiri. Ikatan ayah dan anak lebih besar dari pada sekadar ketakutan tak m

