BAGIAN 25

1134 Kata

"Papah~" Suara lengkingan anak perempuan berusia lima tahun bergema di rumah megah milik tuan muda kedua Kara disusul dengan langkah kecil menuruni tangga. Gadis berambut sebahu, bermata bulat hitam nan bening, berwajah oriental, putih nan ayu, dihiasi bulu mata lentik, dengan lesung pipi berlarian ke bawah. "Hati-hati, Sayang. Jangan berlarian di tangga, nanti kamu-" Belum sempat wanita berambut sedada itu berbicara, anak tadi sudah jatuh tengkurap. Ia yang berdiri di lantai dua menyaksikan acara jatuh sang putri, terkejut bukan main. "Sayang!" Panggil kedua orang tuanya bersamaan. Tidak terdengar tangisan atau rengekan dari gadis kecil ini, hingga sedetik kemudian ia bangkit dan beradu pandang langsung dengan sang ayah yang sudah berada tepat di depannya. Kekehan kecil pun terdeng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN