Ketegangan masih menetap di manik kelam Arkana. Sejak tiga puluh menit lalu ia terus berdiri di tempat sambil menopang pada meja menahan keterkejutan. Detik itu juga ia baru mengetahui jika dirinya mempunyai anak dari wanita yang dulu pernah dirinya cintai dengan sangat dan kebenaran tersebut disembunyikan rapih oleh sang ayah. Berhari-hari, ia mencari ke sana kemari tentang rahasia yang disembunyikan Eric, nyatanya kebenaran ada di depan mata. Sejak awal ia sudah curiga akan sikap dilayangkan ayahnya, terlebih setiap hari Eric selalu mengingatkan jika dirinya harus segera memindahkan Embun dari sekolah itu. Kecurigaan Arkana membawa pada kebenaran, kini di dalam genggamannya rahasia Eric ditemukan, sekaligus rahasia besar yang dimiliki mantan kekasihnya dulu. Kebenaran itu semakin me

