BAGIAN 52

1161 Kata

"Mamah." Panggilan lembut dari sang buah hati berdengung, menyadarkan dari lamunan panjang. Elena terkesiap dan langsung mematikan ponsel, menyembunyikannya di balik mantel. Ia menoleh ke belakang melihat Hasan tengah memandangnya lekat dengan sorot mata penuh tanya. Elena berusaha mengembangkan senyum seperti biasa dan beranjak dari tepi ranjang. Ia tidak bisa membuat Hasan khawatir atas apa yang terjadi padanya sekarang. "Apa yang Mamah lakukan? Kita tidak akan berangkat?" tanya Hasan, kala tidak mendapati ibunya keluar-keluar kamar. "Ah, iya sebentar, Sayang. Mamah harus membereskan buku-buku dulu, kamu tunggu di depan yah," katanya lalu berjalan menuju meja, berpura-pura mengambil buku, mengalihkan perhatian sang jagoan. Tanpa sadar setetes air mata meluncur cepat, Elena terkesia

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN