"Hasan, terima kasih untuk saputangannya. Aku senang noda dibaju ku jadi tidak susah dibersihkan, semua berkatmu," kata Embun kala Hasan baru saja datang seraya menatap binar. Bocah laki-laki itu membalas tatapan matanya yang tengah berbinar senang. Bibir keriting kemerahannya pun melengkung singkat seraya mengangguk. "Oh yah, aku ingin mengembalikannya," ucap Embun lagi lalu sibuk mengobrak-abrik tas ranselnya. "Em? Ke mana perginya saputangan itu? Aneh, se-ingatku... aku sudah memasukannya ke tas. Apa mamah mencucinya?" tanya Embun, terus me-racau seorang diri. Hasan yang berada di sebelah hanya memperhatikan tanpa niatan buka suara. Ia juga tidak mengganggau atau menanggapi ucapan teman se-mejanya ini. Belum sempat Embun mengatakan sepatah kata lagi, tiba-tiba saja bel masuk berden

