Kalang Kabut - 35

2509 Kata

"Aaaa!" Bekti menjerit. Dia berlonjak-lonjak di depan cermin besarnya. Dia menatap dirinya sendiri, begitu kumal dan menyedihkan. Bekti melempar jaket yang dia kenakan ke lantai lalu berbaring sambil berguling-guling tak jelas. "Sialann banget si Maya. Untung gua sabar. Kalau kagak, beh! udah gua cekek tuh lehernya." ucap bekti sambil mengacak-ngacak rambutnya yang lembab karena disiram oleh Maya di kampus tadi. "Trus itu si Caplang. Heh, sok iyes benar. Pakai acara nglewatin gua segala. Oke, gitu cara elu. Awas aja, gak bakal gua peduli sam lu lagi." Entah apa yang ada di dalam pikiran Bekti. Dia yang meminta Cahyo untuk pergi, dia malah yang uring-uringan. Yah, kadang wanita memang seaneh itu. Ti nut, ti nut, nada dering Bekti berbunyi. Begitu melihat siapa yang menelpon, Bekti lang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN