Kalang Kabut - 27 (Edisi Awal Nikah)

413 Kata

Awal Menikah. "Saya terima nikahnya, Aruna Bekti binti Muhammad Ibnu, dengan mas kawin emas lima gram dibayar tunai," Cahyo tampak sangat bahagia. Dengan senyum yang terus saja terkembang di wajahnya, dia mengucapkan ijab kabul. Begitu jelas dan penuh percaya diri. Penghulu dan sakti mengucapkan "Sah," dan akhirnya dia resmi mempersunting Aruna Bekti. Gadis yang awalnya menjadi musuh, lalu menjadi teman dan kini menjadi istrinya tersebut. "Yank, kita jangan punya anak dulu, ya. Kan kita mau kuliah," ucap Bekti, malam ini pertama kalinya dia tidur seranjang dengan Cahyo. Rasanya begitu campur aduk. Bahagia dan cemas. Bahagia karena mereka sudah menjadi suami istri, dan cemas menghadapi pernikahan yang kedepannya pasti akan ada cobaan. Cahyo tersenyum, lalu memeluk Bekti erat, "Ya, gak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN