Kalang Kabut - 28 (Edisi awal keretakan)

273 Kata

Satu tahun delapan bulan pernikahan. Prang! "Udah gua bilang kan, lu jangan kerja disana lagi!" Cahyo menatap Bekti dengan kesal. "Keramik gua!" Bekti terbelalak. Cahyo membanting keramik kesayangannya. Barang pajangan yang dia bawa dari rumah orang tuanya, karena Cahyo tidak suka Bekti bekerja. "Kenapa lu pecahin keramik gua! kemaren lu mecahin lampu, gelas, sekarang keramik gua, bangkee!" Bekti berteriak sekeras-kerasnya. "Eh, lu bisa sopan gak ngomong ama laki lu!" "Sopan? lu suruh gua sopan? ngaca! lu kira lu hebat hah, mecah-mecahin barang-barang di rumah?" "Udah gia bilang berenti kerja! kemaren juga lu terima uang dari Emak lu, kan? dasar anak Mama!" Plak! Bekti memukul punggung Cahyo, "Apa lu bilang? anak Mama? eh Plang, listrik belom bayar. Kontrakan belom bayar. Hutang ba

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN