Kalang Kabut - 29 (Edisi Cerai)

685 Kata

Melewati usia pernikahan ke dua tahun, di rumah bertapkan genteng berwarna biru, dengan cat dinding abu-abu tersebut selalu terjadi keributan setiap hari. Seolah perang dunia, adi mulut dan percekcokan tiada habisnya. Perabotan di rumah juga sudah mulai menipis, karena di lempar setiap hari oleh Cahyo. Tetangga pun sudah tak heran lagi, jika ada teriakan melengking Bekti menembus dinding rumah tersebut. Rumah tangga yang mereka idamkan kini jauh dari kata harmonis. Ego dan sifat yang masih kekanakan, memicu api yang membesar hingga membakar habis semua ketenangan di rumah tersebut. "Dasar pengecut lu, setiap berantem selalu kabur dari rumah!" teriak Bekti. Dia begitu geram jika Cahyo tidak mempedulikannya dan lebih memilih pergi, lebih baik dia bergelut dan main tonjok-tonjokan, dari pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN