Kalang Kabut - 30

2224 Kata

Di rumahnya, Cahyo tak bisa tenang, dia uring-uringan tak keruan. Perkataan Bekti terngiang-ngiang di telinganya. Kalimat bahwa Bekti tidak pernah menyesal menikah dengannya. Ekspresi Bekti yang manis saat mengatakan hal itu membaut Cahyo terpana. Saat ini laki-laki itu tengah menatap piring di tangannya. Terdiam tanpa berkedip, hingga nasi putih yang ada di piring tersebut perlahan mulai dingin. "Gua gak nyesal kok pernah nikah sama lu," suara Bekti kembali mengulang secara otomatis di kepala Cahyo. Beberapa menit kemudian, Cahyo berkedip dan menggelengkan kepala, "Wah! otak gua error nih kayaknya. Anjiir jadi gak napsu makan," Cahyo meletakkan kembali piringnya ke meja dan berlalu. Setelah merasa otaknya mulai error, Cahyo memutuskan untuk "Nguli" alias nyuci baju kotor seabrek yang d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN